Friday, 8th
April 2011 was a hectic day.
Tidak semua
kejadian hari itu penting, tapi inilah salah satu cerita pentingnya…
Tentu kalian
sudah mengetahui akan “Republik Upil”, bukan?
Jika tidak
tahu, anggaplah kalian tahu, jika pun kalian tidak dapat beranggapan demikian,
biarlah semua ini berjalan sebagaimana mestinya. Jika kalian ingin tahu lebih
lanjut mengenai Republik Upil, silakan klik “Ini dia yang bikin idup lebih idup”, atau klik
jidat teman anda, atau klik lah apapun yang anda suka. Semoga anda beruntung!
jidat teman anda, atau klik lah apapun yang anda suka. Semoga anda beruntung!
Jadi gini, kan
kita (baca: warga republik upil) jarang berkumpul bersama dalam rangka
bersenang- senang seperti mabok bajigur, mencari keong beracun, joget chaiya
chaiya, menyulam benang biru menjadi kelambu, dan hobi lain yang sebagainya lain.
Setelah sekian lama menahan rindu untuk mabok- mabokan bareng, akhirnya hari
ini kita mau ketemuan, mau ada yang traktir, sebut saja dia ratih (untuk kasus
yang baik, nama tidak perlu disamarkan).
Okeh, kegiatan
gw dimulai pagi hari ini dengan mengemasi barang- barang gw untuk
berangkat dan menginap di Negara tetangga sebelah yang tidak akan diakui, yaitu
republic upil.
♫♪ Tililit cicit cuit syalala pam pam cuap kukuruyuk ♫♪
Eh itu bunyi
hape gw, berisik sekali, sms dari bunga (bukan nama sebenarnya). Bunga ini
bukanlah personil dari upil, tapi walau begitu, dari dalam lubuk hati saya,
bunga tetap teman baik saya.
Saya pun
menemaninya di UIN terlebih dahulu pagi itu hingga azan solat jumat berbunyi
merdu sekali membuat jantung berdebar- debar karena kalau gak berdebar tandanya kamu sudah mati.
PU UIN tutup pas
solat jumat, jadi kami pun segera bergegas keluar pergi ke masjid untuk jagain sendal
jepitnya orang- orang yang lagi solat jumat, namun karena dirasa tidak perlu,
ya sudah kami pun makan makanan bergizi di warung makan terdekat, bahkan kami
pun minum tidak di comberan terdekat.
Kemudian sebelum
ke PU, bunga ingin bertemu teman lamanya yang kuliah di UIN, tapi temennya
cowok semua, setelah bertemu, mereka pun mengobrol. Oh tidak, gw pun dicuekin,
zzz
Akhirnya sore
pun menjelang, tiba saatnya gw dan bunga pulang ke kampus kami,
yang tadi gak boleh disebut, yang kalo kesana harus macet2an dulu.
Gw ke kampus untuk bertemu republic upil, katanya mereka sudah ada disana menunggu presiden republic upil itu, yaitu saya sendiri HAHAHA.
Gw ke kampus untuk bertemu republic upil, katanya mereka sudah ada disana menunggu presiden republic upil itu, yaitu saya sendiri HAHAHA.
![]() |
para tersangka! |
Okey,
sesampainya disana kami harus segera pergi ke McD karena perut sudah harus
diisi dan orang yang mau neraktir sudah siap lahir batin. Okeh tapi kenapa kami
masih belum bisa pergi kesana?
Ya karena masih
ada Bunga. kami merasa tidak enak jika harus mengajak bunga tapi tidak
mentraktir dirinya, jadi kami ingin meninggalkan bunga dengan cara pergi satu-
persatu, hingga tinggallah bunga seorang diri merana dalam sepi.
Now, let me tell
you about this ducking criminal. Don’t try this at home, okay..
Pertama, upil
terdiri dari 6 orang tidak tau diri, berdosa, dan tidak berperasaan (ooohh). Posisinya,
mereka sedang duduk melingkar berkumpul di student lounge bersama bunga yang
notabene adalah seorang outsider (I hate to say this, I’m sorry bunga..).
Ketiga, akhirnya
gw pergi dari situ dengan dalih pengen ambil buku di lockernya mega. Tinggallah
esti dan mega di lounge bersama bunga..
Keempat, esti
berhasil keluar dari situasi sulit tersebut dengan alasan mengambil kunci loker yang ada di gw. Muter2 terus kan, namanya juga orang boong pemula -.-'
Okeh next, satu
kesalahan besar meninggalkan mega sendirian bersama bunga karena mega yang rada
(ehem) lugu tidak bisa berbohong saat temannya memberi tahu untuk pura- pura
pulang, dan bla bla bla. Selalu ada alasan dari mega untuk tidak mengatakan
bahwa dia harus lembur buat ngaudit.
Mega mega bahkan
gw ajak solat jumat bareng aja, dia malah ngerespon, “solat jumat apaan sih
mol?”/// arrrrggh tidaakkkk megaaaa grrrr
Alhasil, semua
usaha kami sia- sia, akhirnya bunga pun ikut datang ke McD tapi gak ikut
ditraktir, malah diminta tolong foto- foto anak- anak upil. Walau semua merasa
tidak enak, tapi kami mencoba untuk mencairkan suasana.
Pas jalan ke
kosan, anak upil berlima jalan duluan di depan, gw di belakang berdua
bareng bunga, si bunga curhat ama gw tapi bukan masalah yang tadi.
Mereka berlima
di depan ketawa2 aja, gak tau ngetawain apa. Sampe salah satu dari mereka ada
yang sms gw,”mol, tadi kita ngomong kedengeran gak?”. Sejujurnya sih gw gak
denger sama sekali tapi karena gw inget mereka ketawa2 mulu tadi, gw kerjain
aja, gw bales smsnya, “iya lah kedengeran, gw ga ikutan ya”.
Haha pasti
mereka lagi bahas bunga. kena deh.
Pas pulang, gw sama bunga nyusul di
belakang, dan ternyata mereka berlima nungguin di jembatan.
Sesampainya gw dan
bunga di jembatan, gw liat tampang mereka pada gak enak banget, kaya baju belum
disetrika, seketika gw inget, oh iya tadi kan gw kerjain ya pura2nya bunga dan gw denger percakapan mereka tadi. Hahaha
Setelah berpisah
dengan bunga, tinggallah kami berenam di Negara kami, republic upil. Dan semua
pun mengeluarkan uneg- unegnya, dan nanya lagi keg w, “mol beneran mol yang
tadi kedengeran?”, gw jawab, “emang pada ngomongin apa deh tadi? Haha kagak,
kagak kedengeran..hehe”.
Okeh, kegiatan
hari itu berakhir di kosan sempit yang syahdu karena 6 orang itu sedang
berkumpul bersama membicarakan betapa jahat dan konyolnya mereka hari itu.
Semoga mereka dapat mengambil pelajaran dari kejadian ini. amin ya Allah..
dan buat Bunga. kami cuma bisa bilang maaf, sungguh kau juga teman baik kami, tidak ada maksud membeda- bedakan tapi entah kenapa seolah itu yang terjadi.
Piss, Love, and Gaul :)
wakakakak
ReplyDeletengakaks gan,,sumpah hahha
gooooKIIIIIIIIIIILLLLL